Senin, 20 April 2015

PERINGATAN HARI KARTINI TAHUN 2015 MI. HIDAYATUL IKHWAN

KARTINI DAN ISLAM







Pada zaman sekarang orang-orang salah kaprah memperingati Hari Kartini. Saya tidak ingin membeberkan rinciannya. Tapi, saya perlu mengungkapkan bahwa sejarah istilah ‘Habis Gelap Terbitlah Terang’ itu berasal dari Al-Quran (Minazh-Zhulumaati ilan Nuur). Inilah bukti surat-surat Kartini kepada sahabatnya dari Belanda: Mengenai agamaku Islam, Stella, aku harus menceritakan apa? Agama Islam melarang umatnya mendiskusikannya dengan umat agama lain. Lagi pula sebenarnya agamaku karena nenek moyangku Islam. Bagaimana aku dapat mencintai agamaku, kalau aku tidak mengerti, tidak boleh memahaminya? Al-Quran terlalu suci, tidak boleh diterjemahkan kedalam bahasa apa pun. Di sini tidak ada orang yang mengerti bahasa Arab. Di sini orang diajar membaca Al-Quran tetapi tidak mengerti apa yang dibacanya. Kupikir, pekerjaan orang gilakah, orang diajar membaca tapi tidak diajar makna yang dibacanya itu. Sama saja halnya seperti engkau mengajarkan aku buku bahasa Inggris, aku harus hafal kata demi kata, tetapi tidak satu patah kata pun yang kau jelaskan kepadaku apa artinya. Tidak jadi orang sholeh pun tidak apa-apa, asalkan jadi orang yang baik hati, bukankah begitu Stella? [Surat Kartini kepada Stella, 6 November 1899] Dan waktu itu aku tidak mau lagi melakukan hal-hal yang tidak tahu apa perlunya dan apa manfaatnya. Aku tidak mau lagi membaca Al-Quran, belajar menghafal perumpamaan- perumpamaan dengan bahasa asing yang tidak aku mengerti artinya, dan jangan-jangan guru-guruku pun tidak mengerti artinya. Katakanlah kepadaku apa artinya, nanti aku akan mempelajari apa saja. Aku berdosa, kitab yang mulia itu terlalu suci sehingga kami tidak boleh mengerti apa artinya. [Surat Kartini kepada E.E. Abendanon, 15 Agustus 1902. Untuk ukuran seorang perempuan dan ukuran zaman itu (bahkan ukuran zaman sekarang sekalipun) pendapat Kartini ini benar-benar sangat kritis dan sangat berani. Suatu ketika, takdir membawa Kartini pada suatu pengajian di rumah Bupati Demak Pangeran Ario Hadiningrat yang juga adalah pamannya. Pengajian dibawakan oleh seorang ulama bernama Kyai Haji Mohammad Sholeh bin Umar(atau dikenal Kyai Sholeh Darat) tentang tafsir Al-Fatihah. Kartini tertarik sekali dengan materi yang disampaikan (ini dapat dipahami mengingat selama ini Kartini hanya membaca dan menghafal Quran tanpa tahu maknanya). Setelah pengajian, Kartini mendesak pamannya untuk menemaninya menemui Kyai Sholeh Darat. Berikut ini dialog-nya (ditulis oleh Nyonya Fadhila Sholeh, cucu Kyai Sholeh Darat). Kyai, perkenankanlah saya menanyakan, bagaimana hukumnya apabila seorang yang berilmu, namun menyembunyikan ilmunya? Tertegun Kyai Sholeh Darat mendengar pertanyaan Kartini yang diajukan secara diplomatis itu. Mengapa Raden Ajeng bertanya demikian?. Kyai Sholeh Darat balik bertanya, sambil berpikir kalau saja apa yang dimaksud oleh pertanyaan Kartini pernah terlintas dalam pikirannya. Kyai, selama hidupku baru kali inilah aku sempat mengerti makna dan arti surat pertama, dan induk Al-Quran yang isinya begitu indah menggetarkan sanubariku. Maka bukan buatan rasa syukur hati aku kepada Allah, namun aku heran tak habis-habisnya, mengapa selama ini para ulama kita melarang keras penerjemahan dan penafsiran Al-Quran dalam bahasa Jawa. Bukankah Al-Quran itu justru kitab pimpinan hidup bahagia dan sejahtera bagi manusia? Setelah pertemuan itu nampaknya Kyai Sholeh Darat tergugah hatinya. Beliau kemudian mulai menuliskan terjemah Quran ke dalam bahasa Jawa. Pada pernikahan Kartini , Kyai Sholeh Darat menghadiahkan kepadanya terjemahan Al-Quran (Faizhur Rohman Fit Tafsiril Quran), jilid pertama yang terdiri dari 13 juz, mulai dari surat Al-Fatihah sampai dengan surat Ibrahim. Mulailah Kartini mempelajari Islam dalam arti yang sesungguhnya. Tapi sayang, tidak lama setelah itu Kyai Sholeh Darat meninggal dunia, sehingga Al-Quran tersebut belum selesai diterjemahkan seluruhnya ke dalam bahasa Jawa. Kartini menemukan dalam surat Al-Baqarah ayat 257 bahwa ALLAH-lah yang telah membimbing orang-orang beriman dari gelap kepada cahaya (Minazh-Zhulumaati ilan Nuur). Rupanya, Kartini terkesan dengan kata-kata Minazh-Zhulumaati ilan Nuur yang berarti dari gelap kepada cahaya karena Kartini merasakan sendiri proses perubahan dirinya, dari kegelisahan dan pemikiran tak-berketentuan kepada pemikiran hidayah (how amazing). Dalam surat-suratnya kemudian, Kartini banyak sekali mengulang-ulang kalimat Dari Gelap Kepada Cahaya ini. (Sayangnya, istilah Dari Gelap Kepada Cahaya yang dalam Bahasa Belanda adalah Door Duisternis Tot Licht menjadi kehilangan maknanya setelah diterjemahkan oleh Armijn Pane dengan istilah Habis Gelap Terbitlah Terang). Nampaknya masa-masa ini terjadi transformasi spiritual bagi Kartini. Pandangan Kartini tentang Barat-pun mulai berubah, setelah sekian lama sebelumnya dia terkagum dengan budaya Eropa yang menurutnya lebih maju dan serangkaian pertanyaan-pertanya an besarnya terhadap tradisi dan agamanya sendiri. Ini tercermin dalam salah satu suratnya; Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa dibalik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal-hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban?� [Surat Kartini kepada Ny. Abendanon, 27 Oktober 1902] Kami sekali-kali tidak hendak menjadikan murid-murid kami menjadi orang-orang setengah Eropa atau orang-orang Jawa Kebarat-baratan (surat Kartini kepada Ny. Abandanon, 10 Juni 1902) Kartini juga menentang semua praktek kristenisasi di Hindia Belanda : Bagaimana pendapatmu tentang Zending, jika bermaksud berbuat baik kepada rakyat Jawa semata-mata atas dasar cinta kasih, bukan dalam rangka kristenisasi? . Bagi orang Islam, melepaskan keyakinan sendiri untuk memeluk agama lain, merupakan dosa yang sebesar-besarnya. Pendek kata, boleh melakukan Zending, tetapi jangan mengkristenkan orang. Mungkinkah itu dilakukan? [Surat Kartini kepada E.E. Abendanon, 31 Januari 1903] Bahkan Kartini bertekad untuk berupaya untuk memperbaiki citra Islam yang selalu dijadikan bulan-bulanan dan sasaran fitnah. Dengan bahasa halus Kartini menyatakan : Moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja membuat umat agama lain memandang agama Islam patut disukai. [Surat Kartini kepada Ny. Van Kol, 21 Juli 1902] Di surat-surat lain: Astaghfirullah, alangkah jauhnya saya menyimpang (Surat Kartini kepada Ny. Abandanon, 5 Maret 1902) Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu: Hamba Allah (Abdulloh). (Surat Kartini kepada Ny. Abandanon, 1 Agustus 1903) [Kutipan tulisan Muh. Tamim di http://mtamim. wordpress. com/2007/ 09/…ni- dan-islam/ ] Penutup: Seharusnya di hari Kartini para wanita banyak-banyak menela’ah Al-Quran seperti yang dilakukan Kartini sehingga ia dapat mengutip istilah ‘ Minazh-Zhulumaati ilan Nuur’. Semestinya kaum ibu dan wanita mengenang sosok Kartini sebagai sosok wanita yang kritis dalam mencari kebenaran, kemudian dipegangnya sebagai pedoman hidup. Instannya, di hari Kartini kaum ibu maupun bapak seharusnya merayakannya dengan banyak mengaji, bukan cuma mengajarkan kepada anaknya dalam menghiasi dirinya dengan budaya yang tidak sesuai dengan Islam. Kita perkenalkan kepada anak kita istilah emansipasi, tapi tidak kita perkenalkan kepada istilah dan ajaran Qurani. Kita buta dengan sejarah, serta tidak mengetahui esensi sejarah, termasuk Hari Kartini.

Selasa, 23 Desember 2014

ILMU DAN KESEHATAN: SEJARAH PERKEMBANGAN MADRASAH IBTIDAIYAH DI INDONE...

ILMU DAN KESEHATAN: SEJARAH PERKEMBANGAN MADRASAH IBTIDAIYAH DI INDONE...: SEJARAH PERKEMBANGAN MADRASAH IBTIDAIYAH DI INDONESIA OLEH : Eko Hadi Susanto Perjalanan Madrasah Ibtidaiyah di Indonesia A. PE...

KURIKULUM 2013

Kurikulum 2013 merupakan kurikulum baru diterapkan oleh pemerintah untuk menggantikan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang telah berlaku selama kurang lebih 6 tahun. Kurikulum 2013 masuk dalam masa percobaan di tahun 2013 dengan menjadikan beberapa sekolah menjadi sekolah percobaan. Di tahun 2014, Kurikulum 2013 sudah diterapkan di Kelas I, II, IV, dan V sedangkan untuk SMP Kelas VII dan VIII dan SMA Kelas X dan XI. Diharapkan, pada tahun 2015 telah diterapkan di seluruh jenjang pendidikan. Kurikulum 2013 memiliki tiga aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, dan aspek sikap dan perilaku. Di dalam Kurikulum 2013, terutama di dalam materi pembelajaran terdapat materi yang dirampingkan dan materi yang ditambahkan. Materi yang dirampingkan terlihat ada di materi Bahasa Indonesia, IPS, PPKn, dsb, sedangkan materi yang ditambahkan adalah materi Matematika. Materi pelajaran tersebut (terutama Matematika) disesuaikan dengan materi pembelajaran standar Internasional sehingga pemerintah berharap dapat menyeimbangkan pendidikan di dalam negeri dengan pendidikan di luar negeri. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, menyatakan menghentikan pelaksanaan Kurikulum 2013 bagi sekolah-sekolah yang baru melaksanakan kurikulum ini selama satu semester pada tanggal 5 Desember 2014[1][2]
http://id.wikipedia.org/wiki/Kurikulum_2013

Jumat, 19 April 2013

MI. HIDAYATUL IKHWAN MENYAMBUT DAN MEMPERINGATI HARI KARTINI

Pagi itu tepatnya Pukul 07.30 di MI. Hidayatul Ikhwan Situgadung Kecamatan Pagedangan Kab. Tangerang, dengan penuh keceriaan siswa/i hadir berbusana kebaya.
"Hari Kartini" itu adalah acara yang dilaksanakan pada Hari Sabtu, 20 April 2013, dilaksanakan pada hari tersebut karen Tanggal 21 April bertepatan dengan hari libur sekolah.
Dengan suka ria nya anak-anak berkebaya, dengan semangat menyanyikan Lagu Ibu Kita Kartini.

Kegiatan ini dilaksanakan guna membina dan mendidik dasar-dasar kebangsaan serta memupuk jiwa Cinta Bangsa. Acara yang dilaksanakan adalah Parade Kartini dengan pawai Siswa/i yang dilanjutkan dengan acara hiburan dan kreasi siswa, untuk lebih menarik juga diadakan doorprize berupa hadiah hiburan yang menarik.

Kegiatan ini mendapat antusiasme para siswa dan wali muridnya, dengan berkebaya juga para orang tua setia mendampingi putra/i nya sampai acar selesai
Persiapan Pawai Kartini 2013

Murid PAUD MI. Hidayatul Ikhwan bergabung, lucu-lucuuu....

Bersama-sama nyanyikan Lagu Ibu Kita Kartini


Ibu-ibu orang tua siswa, ikutan exist,....(malah pada narsis ih) semangat y bu

Ibu-ibu guru nya pose dulu aaah

saat persiapan doorprize...


Kepala MI. Hidayatul Ikhwan memandu langsung saat pembagian doorprize


MAKNA HARI KARTINI

Raden Adjeng Kartini sang Pahlawan Nasional Indonesia sebagai pelopor perjuangan kaum perempuan, simbol persamaan gender, emansipasi wanita di Indonesia.

Raden Adjeng Kartini adalah putri dari golongan bangsawan Jawa "Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat", Bupati Jepara pada saat itu berkuasa. Kartini lahir di Jepara, tanggal 21 April 1879 dan wafat pada tanggal 17 September 1904 di Rembang.

Setiap  Tanggal  21  April  kita  sebagai  warga  negara  Indonesia  khususnya  perempuan  merayakan  Hari Kartini, dari  tahun  ke  tahun  sejauh  yang  kita  ingat  setiap  hari  Kartini  disekolah  diwajibkan  memakai  pakaian  adat  daerah  dari  berbagai  pelosok  tanah  air  atau  kegiatan‐kegiatan  yang  berkaitan  dengan  kewanitaan. Dimana  kaum  perempuan  bisa  sekolah  setinggi‐tingginya,  dan  mendapatkan  hak  yang  sama  dengan kaum pria. 

Tapi Ironisnya justru setelah sekian lama kondisi kaum perempuan saat ini masih banyak yang jauh dari harapan, ada  yang  mandiri  seolah‐olah   bisa  hidup  tanpa  kaum  pria,atau  kaum  perempuan  menjadi budak  di  negeri  orang  dan  menjadi  bahan  pelecehan  atau  diperjual  belikan.Yang  seharusnya  adalah kesetaraan,saling menghormati, saling mendukung,dan saling menjaga kebebasan secara manusiawi. 

Di dalam keluarga, di dalam pekerjaan, di dalam masyarakat, masih banyak kita lihat ketidak adilan yang  diterima  oleh  kaum  perempuan.Tapi  apakah  sebagai  perempuan  harus  diam  diperlakukan  seperti  itu...Nasib  kita  sebagai  kaum  perempuan  ada  ditangan  kita  sendiri,jadi  perlihatkan  kalau  kaum perempuan  itu  tidak  lemah  dan  mempunyai  kekuatan  untuk  melebihi  kaum  pria  tapi  tidak  lepas  dari tanggung jawab terhadap keluarga, pekerjaan ,dan masyarakat sebagai kodratnya kaum perempuan. 

Semoga  makna  Kartini  ditahun  ini  dan  juga  tahun‐tahun  mendatang  bukan  sekedar  memperingati dengan  kegiatan‐kegiatan  tapi  muncul  Kartini‐Kartini  baru  yang  melegenda  seperti  Ibu  Kartini. Sebuah bangsa akan maju tergantung pada kualitas perempuan.Dan dibalik suksesnya sebuah keluarga biasanya ada  seorang  perempuan yang  kuat, dan  tabah  memikul  beban  sebagai  seorang  istri, seorang  ibu, seorang karyawati dan seorang wanita yang baik berkepribadian. (garutkab.go.id)

Habis Gelap Terbitlah Terang ( Door Duisternis tot Lich ) merupakan sebuah buku kumpulan surat-surat Kartini yang di kirimkan kepada sahabat-sahabatnya di Belanda. Buku tersebut merupakan bukti begitu besar keinginan seorang Kartini untuk melepaskan kaumnya dari diskriminasi yang sudah membudaya pada zamannya.

Sebagai penghormatan atas jasa-jasanya sebagai pelopor kebangkitan perempuan, Presiden Soekarno menetapkan tanggal 21 April sebagai hari lahir Kartini dan sekaligus juga menetapkan Raden Adjeng Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional yang di peringati setiap tahun. Dan sekarang di kenal dengan Hari Kartini.

Makna Hari Kartini


  

Kamis, 18 April 2013

KEGIATAN HARI JUM'AT MI. HIDAYATUL IKHWAN

KEGIATAN HARI JUM'AT MI. HIDAYATUL IKHWAN

Hari jum'at adalah merupakan hari yang penuh berkah, terdapat banyak sekali amalan yang keberkahan pahala apabila kita melakukan amalan pada hari jum'at. Siswa/i MI. Hidayatul Ikhwan setiap hari jum'at melakukan kegiatan yang bersifat menanamkan kebiasaan terhadap siswa/i untuk mencari keberkahan dengan menyambut hari jum'at dan etika dalam menyambut hari jum'at.
Diantara kegiatan yang dilakukan adalah Jumsih (Jum'at Bersih), Infaq Jum'at dan Dzikir bersama
Zikir Jum'at, rutinitas kegiatan jum'at

Belajar menarik dan bebas, satu metode yang diterapkan untuk memacu semangat siswa dalm b elajar dengan bermain


KEUTAMAAN HARI JUM'AT

Keutamaan Dan Rahasia Jum'at, Etika Menyambut Hari Jumat - Rasulullah sangat memuliakan hari Jumat. Dalam banyak riwayat, Rasulullah bahkan meminta kita memuliakan hari itu. Dalam sebuah riwayat, Rasulullah pernah bersabda : “Hari terbaik di mana matahari terbit di dalamnya ialah hari Jumat. Pada hari itu Adam Alaihissalam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan daripadanya dan kiamat tidak terjadi kecuali di hari Jumat.” [Riwayat Muslim]

Rasulullah juga pernah bersabda : “Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat, maka perbanyaklah sholawat kepadaku di dalamnya, karena sholawat kalian akan ditunjukkan kepadaku, para sahabat berkata : ‘Bagaimana ditunjukkan kepadamu sedangkan engkau telah menjadi tanah?’ Nabi bersabda: ‘Sesungguhnya Allah mengharamkan bumi untuk memakan jasad para Nabi.” ( Shohih. HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, An- Nasa’i )

Keistimewaan lain hari Jumat adalah saat-saat dikabulkannya doa, yaitu saat-saat terakhir setelah shalat ashar ( seperti yang dijelaskan dalam banyak hadits ) atau di antara duduknya imam di atas mimbar saat berkhutbah Jumat sampai shalat selesai ditunaikan.

Amalan Mulia

Allah mengkhususkan hari Jumat ini hanya bagi kaum Muslimin dari seluruh kaum dari umat-umat terdahulu. Di dalamnya banyak rahasia dan keutamaan yang datangnya langsung dari Allah.

Beberapa rahasia keagungan hari Jumat adalah sebagai berikut :

1. Pertama, Hari Keberkahan.
Di mana di hari Jumat berkumpul kaum Muslimin di masjid-masjid untuk mengikuti shalat dan sebelumnya mendengarkan dua khutbah Jumat yang mengandung pengarahan dan pengajaran serta nasihat-nasihat yang ditujukan kepada kaum muslimin yang kesemuanya mengandung manfaat agama dan dunia.
Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah menyebut hari Jumat memiliki 33 keutamaan.
Bahkan Imam as-Suyuthi menyebut ada 1001 keistimewaan.

2. Kedua, Hari Dikabulkannya doa.
Di antara rahasia keutamaan hari Jumat lain adalah, di hari itu terdapat waktu-waktu dikabulkannya doa.

Di hari Jumat itu terdapat satu waktu yang jika seorang Muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.’ Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu.” [ HR.Bukhari dan Muslim ]

Dari Abu Hurairah, Rasulullah bersabda :
Sesungguhnya pada hari Jumat terdapat waktu mustajab bila seorang hamba muslim melaksanakan shalat dan memohon sesuatu kepada Allah pada waktu itu, niscaya Allah akan mengabulkannya.”
[ Muttafaqun Alaih ]

3. Ketiga, Hari Diperintahkannya Shalat Jumat.
Rasulullah bersabda :
Hendaklah kaum-kaum itu berhenti dari meninggalkan shalat Jumat. Atau ( jika tidak ) Allah pasti akan mengunci hari mereka, kemudian mereka pasti menjadi orang- orang yang lalai.” [ HR.Muslim ]

Dalam riwayat lain Rasulullah menyebutkan :
Shalat Jumat adalah hak yang diwajibkan kepada setiap Muslim kecuali empat orang : budak, atau wanita, atau anak kecil, atau orang sakit.”[ HR.Abu Daud ]

Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” [ QS: Al-Jumu'ah:9 ]

Barangsiapa yang bersuci dan mandi, kemudian bergegas dan mendengar khutbah dari awal, berjalan kaki tidak dengan berkendaraan, mendekat dengan imam, lalu mendengarkan khutbah dan tidak berbuat sia-sia, maka baginya bagi setiap langkah pahala satu tahun baik puasa dan shalatnya..”

4. Keempat, Hari Pembeda antara Islam dan Non- Muslim.
Hari Jumat adalah hari istimewa bagi kaum Muslim. Selain itu diberikan Nabi untuk membedakan antara harinya orang Yahudi dan orang Nashrani.

Abu Hurairah meriwayatkan :
Rasulullah bersabda: “Allah telah memalingkan orang-orang sebelum kita untuk menjadikan hari Jumat sebagai hari raya mereka, oleh karena itu hari raya orang Yahudi adalah hari Sabtu, dan hari raya orang Nasrani adalah hari Ahad, kemudian Allah memberikan bimbingan kepada kita untuk menjadikan hari Jumat sebagai hari raya, sehingga Allah menjadikan hari raya secara berurutan, yaitu hari Jumat, Sabtu, dan Ahad.
Dan di hari kiamat mereka pun akan mengikuti kita seperti urutan tersebut, walaupun di dunia kita adalah penghuni yang terakhir, namun di hari kiamat nanti kita adalah urutan terdepan yang akan diputuskan perkaranya sebelum seluruh makhluk.”
[ HR. Muslim ]

5. Kelima, Hari Allah s.w.t menampakan diri.
Dalam sebuah riwayat disebutkan,Hari Jumat Allah s.w.t menampakkan diri kepada hamba-hambaNya yang beriman di Surga.

Dari Anas bin Malik dalam mengomentari ayat:
Dan Kami memiliki pertambahannya” ( QS.50:35 ) mengatakan:”Allah menampakkan diri kepada mereka setiap hari Jumat.”

Dan masih banyak keistimewan hari Jumat.
Di antaranya adalah : Dalam “al-Musnad” dari hadits Abu Lubabah bin Abdul Munzir, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beliau bersabda: “Penghulunya hari adalah hari Jumat, ia adalah hari yang paling utama di sisi Allah Subhanahu Wata’ala, lebih agung di sisi Allah Subhanahu Wata’ala dari pada hari Idul Fitri dan Idul Adha."

Pada hari Jumat tersebut terdapat lima keistimewaan: Hari itu, bapak semua umat manusia, Nabi Adam ‘Alaihissalam diciptakan, diturunkan ke dunia, dan wafat.
Hari kiamat tak akan terjadi kecuali hari Jum’at.

Karena itu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, sangat memuliakan hari ini, menghormatinya, dan mengkhususkannya untuk beribadah dibandingkan hari-hari lainnya.

Etika Menyambut Hari Jumat

1. Mandi Jum’at (jinabat)

Mandi pada hari Jumat wajib hukumnya bagi setiap muslim yang baligh berdasarkan hadits Abu Sa’id Al Khudri, di mana Rasulullah bersabda, yang artinya: “Mandi pada hari Jumat adalah wajib bagi setiap orang yang baligh.” ( HR. Bukhori dan Muslim )
Mandi Jumat ini diwajibkan bagi setiap muslim pria yang telah baligh, tetapi tidak wajib bagi anak-anak, wanita, orang sakit, dan musafir. Sedangkan waktunya adalah sebelum berangkat sholat Jumat.

Adapun tata cara mandi Jumat ini seperti halnya mandi jinabat biasa.
Rasulullah bersabda yang artinya : “Barangsiapa mandi Jumat seperti mandi jenabat.” (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Berpakaian Bersih dan Memakai Wangi-Wangian

Rasulullah berkata :
Siapa yang mandi pada hari Jumat, bersuci sesuai kemampuan, merapikan rambutnya, mengoleskan parfum, lalu berangkat ke masjid, dan masuk masjid tanpa melangkahi di antara dua orang untuk dilewatinya, kemudian shalat sesuai tuntunan dan diam tatkala imam berkhutbah, niscaya diampuni dosa-dosanya di antara dua Jum’at.” [ HR. Bukhari ]

3. Menghentikan Aktivitas Jual-Beli dan Menyegerakan ke Masjid

Anas bin Malik berkata :
Kami berpagi-pagi menuju sholat Jumat dan tidur siang setelah sholat Jumat.” [ HR. Bukhari ]
Al Hafidz Ibnu Hajar berkata :
Makna hadits ini yaitu para sahabat memulai sholat Jumat pada awal waktu sebelum mereka tidur siang, berbeda dengan kebiasaan mereka pada sholat zuhur ketika panas, sesungguhnya para sahabat tidur terlebih dahulu, kemudian sholat ketika matahari telah rendah panasnya.” ( Lihat Fathul Bari II / 388 )

4. Sholat Sunnah Sebelum dan Sesudah Shalat Jum’at

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu menuturkan bahwa Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
Barangsiapa mandi kemudian datang untuk sholat Jumat, lalu ia sholat semampunya dan dia diam mendengarkan khotbah hingga selesai, kemudian sholat bersama imam maka akan diampuni dosanya mulai Jumat ini sampai Jumat berikutnya ditambah tiga hari.”                          [ HR. Muslim ]

5. Membaca Surat Al Kahfi

Nabi bersabda yang artinya : “Barangsiapa yang membaca surat Al Kahfi pada hari Jumat maka Allah akan meneranginya di antara dua Jumat.”

6. Memperbanyak Shalawat

Dari Anas r.a, Rasulullah bersabda :
Perbanyaklah shalawat pada hari Jumat dan malam Jumat.”  [ HR. Baihaqi ]

Dari Anas Radhiallahu ‘anhu, dia mengatakan, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, bersabda :
Sebaik-baik hari kalian adalah hari Jumat. pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu beliau diwafatkan, pada hari itu sangkakala ditiup, pada hari itu manusia bangkit dari kubur, maka perbanyaklah shalawat kepadaku pada hari itu, karena shalawat kalian akan diperlihatkan kepadaku”,

para shahabat bertanya: “wahai Rasulullah, bagaimana diperlihatkan kepada engkau sedangkan tubuh engkau sudah hancur ( sudah menyatu dengan tanah ketika sudah wafat ),
Beliau menjawab:
sesungguhnya Allah Subhanahu Wata’ala mengharamkan kepada bumi untuk memakan ( menghancurkan ) jasad para Nabi.” [ HR. "al-Khamsah ]




Selasa, 12 Maret 2013

DEWAN GURU MI. HIDAYATUL IKHWAN



PIPIN SUPINAH, S.Pd

RUSMADI

MELISA ISWARA

SITI SA'ADAH

ASMADI, S.Pd

SRI DEWI ANDAYANI, S.Pd.I

Hj. NURAENI, S.Pd.I

KARTINAH

SUPYAN, S.Pd.I

JAENAL MUTAQIN, S.Pd.I,MM

Minggu, 20 Januari 2013

MARS MADRASAH IBTIDAIYAH


Mars Madrasah Ibtidaiyah (MI)

Lembaga Madrasah Ibtidaiyah, wadah mencetak tunas bangsa

Junjung tinggi panji agama, kibarkan semangat belajar menuntut ilmu tiada jemu

Madrasah Ibtidaiyah tetap jaya, siapkan insan mapan masa depan

Dalam menghadapi tantangan zaman dengan ilmu, iman dan taqwa

Bangkitlah bangsaku, tegaklah agamaku, bersama Madrasah Ibtidaiyah 2x

(dinyanyikan 3 putaran)

http://www.4shared.com/file/1WK7I9_N/Mars_Madrasah_Ibtidaiyah.html?




Hymne Madrasah Ibtidaiyah (MI)

Segala puji ku sembahkan, ke haribaan-Mu ya Allah

Atas limpahan karunia-Mu yang tak terhitung nilainya

Engkau anugerahkan amanat pendidikan

Dalam mencerdaskan kehidupan bangsa

Madrasah Ibtidaiyah wahana pengembangan pendidikan dasar

Menuju masyarakat beriman dan bertaqwa

Dan berakhlaqul karimah

(dinyanyikan 2 putaran)


Mangga di Download di sini
http://www.4shared.com/mp3/z87v3qZC/Himne_Madrasah.html?#